Bagaimana Mencari Pekerjaan yang Menyenangkan

Apakah Anda menikmati pekerjaan Anda saat ini? Tidakkah Anda mendambakan pekerjaan yang menyenangkan, yang bisa Anda nikmati, yang akan Anda jalani tanpa merasakan beban hanya kesenangan? Dengan menikmati pekerjaan Anda juga akan menjadi lebih bahagia di tempat kerja dan cenderung akan lebih berhasil.

Bagaimana mencari pekerjaan seperti itu? Mengetahui minat Anda adalah salah satu cara membantu Anda menemukan karir idaman itu.

Bagi sebagian orang pilihan itu sangat jelas, misalnya seorang yang suka menulis menjadi penulis, seorang yang suka mengutak-atik mobil kemudian bekerja sebagai mekanik. Tetapi, bagi sebagian yang lain, seringkali tidak semudah itu.

Pekerjaan yang akan kita nikmati adalah pekerjaan yang sesuai dengan minat kita. Salah satu cara mengetahui minat Anda misalnya dengan mengikuti tes-tes minat dan alat-alat ukur yang digunakan dalam penelusuran karir, salah satunya seperti yang disediakan dalam situs ini.

Apabila Anda belum siap dengan tes-tes yang ngejelimet itu, cobalah mulai dengan latihan self-assessment berikut ini. Misalnya, ada orang yang lebih suka bekerja dengan gagasan, orang, atau benda. Tugas Anda menemukan area mana yang lebih cocok dengan Anda.

Beberapa pertanyaan di bawah ini dapat membantu Anda. Jawablah mana yang lebih cocok menggambarkan diri Anda.

  1. Gagasan/Ide: Anda adalah seorang yang mandiri dengan tingkat rasa ingin tahu yang tinggi untuk selalu menjelajah ide-ide baru dan menggunakan kreativitas Anda. Orang yang lebih suka memusatkan perhatian pada gagasan akan memilih bidang-bidang yang memiliki tantangan analitis seperti ilmu kedokteran, atau karir artistik seperti menulis dan design interior. Meski berbeda-beda aspeknya, semua karir ini membutuhkan rasa ingin tahu dan kreativitas.
  2. Orang: Anda adalah seorang yang suka bergaul, ramah, suka menggunakan keterampilan komunikasi, suka membimbing dan membantu orang lain. Orang yang lebih suka memfokuskan diri pada orang seringkali menemukan kepuasan pada pekerjaan-pekerjaan yang bersifat membantu orang lain seperti konseling, menjadi pembimbing atau pengajar, atau profesi yang membutuhkan kemampuan persuasive seperti politik dan sales. Semua menawarkan kesempatan untuk mempengaruhi dan membimbing orang lain. Semuanya membutuhkan menghabiskan waktu bertemu orang-orang.
  3. Benda (termasuk data): Anda adalah orang yang teratur, praktis, dan persisten, yang menyukai bekerja dengan tangan dan lebih menyukai tugas-tugas yang didefinisikan dengan jelas. Orang yang lebih suka fokus pada benda akan merasa senang bekerja dalam lingkungan yang lebih pasti seperti mekanik atau petani atau komputer, atau menggunakan kemampuan matematika mereka dengan bekerja sebagai analis keuangan atau bankir. Karir seperti ini fokus pada benda. Biasanya tidak banyak interaksi dengan orang.

Kebanyakan dari kita masuk ke lebih dari satu kategori, dan kebanyakan dari pekerjaan cocok untuk orang-orang dengan preferensi yang tidak begitu ekstrem. Misalnya, koki adalah orang kreatif dengan pekerjaan yang sangat terstruktur. Begitu juga dengan arsitek. Teller bank perlu bersikap hati-hati dan teliti. Tetapi mereka juga perlu berhadapan dengan orang. Dan seterusnya.

 

Continue Reading

Tips Mencari Kerja di Saat Krisis

Jika melihat beragam krisis dalam ekonomi dunia, seperti melemahnya beragam mata uang terhadap dolar (contoh Rupiah Indonesia, Rupee India, dan Real Brazil), krisis di berbagai negara di Eropa seperti Yunani, Spanyol, dan tingkat kemiskinan dunia yang masih belum bisa diminimalisir, hal ini cukup menghawatirkan mengingat apa yang terjadi pada Indonesia tahun 1998 silam cukup memberikan memori pilu dan pekat di hati rakyat. Hal ini juga berimbas pada jumlah lapangan pekerjaan. Jika kita mengingat kembali apa yang terjadi 17 tahun lalu, banyak industri mengalami kemunduran dan ribuan karyawan harus kehilangan pekerjaan mereka.

Dihitung oleh Badan Pusat Statistik pada situs web resmi mereka, terhitung setidaknya 7,17 juta – 11,90 juta pengangguran terhitung pada 2004 – 2013. Mengkhawatirkan bukan? Lalu bukannya tidak mungkin angka tersebut akan terus bertambah ketika krisis global akhirnya berdampak besar pada negara ini.

Tidak ada salahnya bersiap. Jika nantinya Anda jadi salah satu orang yang terkena imbas dari krisis ekonomi global, berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda aplikasikan untuk mencari kesempatan lain di tengah iklim ekonomi dalam negeri yang tidak kondusif. Berikut beberapa tips yang bisa Anda Lakukan untuk mencari kerja di saat krisis :

  1. Tentukan dan tuliskan target Anda dengan spesifik. Kemampuan untuk menentukan target dan membuat rencana untuk mencapainya adalah salah satu kemampuan yang wajib dimiliki seorang profesional. Menuliskan target juga berfungsi sebagai reminder kemajuan atau kemunduran yang Anda alami.
  2. Curahkan waktu dan energi Anda untuk melaksanakan rencana yang telah Anda formulasikan. Dalam hal ini, pilih dengan seksama pekerjaan dan perusahaan yang Anda “incar” dan selalu update dengan informasi mengenainya. Untuk hal ini, selalu perbaharui informasi lowongan Anda dengan yang terbaru dan paling fresh dari perusahaan yang Anda impikan.
  3. Jika memungkinkan, fokuskan target Anda di bidang yang justru mengalami pertumbuhan di masa krisis. Contoh: ketika harga minyak bumi meroket, permintaan akan sumber energi lain yang lebih murah meningkat. Fokuskan pencarian Anda di bidang ini atau bidang lain yang tidak terkena dampak krisis.
  4. Manfaatkan dan kembangkan jejaring Anda. Jangan menutup diri dari pergaulan ketika Anda kehilangan pekerjaan atau sedang mencari kesempatan yang baru. Justru inilah saatnya memanfaatkan network Anda untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan kesempatan kerja yang Anda inginkan.
  5. Perhatikan detail ketika mencari pekerjaan. Perhatikan setiap detail dalam melamar pekerjaan agar resume Anda stand out dari resume lainnya. Tips khusus: buat sendiri surat lamaran Anda dan hindari memakai template yang banyak dipakai orang, sesuaikan tiap surat lamaran dan CV Anda dengan kualifikasi perusahaan, dan tindak lanjuti setiap interview dengan menelpon perusahaan yang bersangkutan.
  6. Jadi freelancer. Jika Anda punya keahlian lain yang menghasilkan income, jangan segan untuk memanfaatkannya, sambil tetap mencari kesempatan yang telah Anda targetkan.
  7. Terbuka terhadap banyak kesempatan. Walaupun Anda telah memiliki target yang spesifik, bukan berarti Anda tidak mempertimbangkan tiap kesempatan yang datang ke hadapan Anda. Menjadi fleksibel bukan berarti Anda tidak konsisten terhadap diri sendiri, namun menunjukkan bahwa Anda bisa beradaptasi terhadap perubahan yang Anda.
  8. Tetap objektif. Orang biasanya jadi emosional dan subjektif ketika keadaan tidak berjalan sesuai dengan rencana. Ingatlah bahwa Anda tidak bisa mengontrol keadaan di luar sana, seperti kondisi krisis global, atau pasar saham yang fluktuatif. Namun Anda bisa mengontrol emosi Anda. Kehilangan kesabaran dan akal sehat hanya akan memperburuk situasi.
  9. Be positive and optimist. Hal terpenting saat mencari kerja di saat keadaan ekonomi yang sulit adalah mempertahankan sikap positif dan optimis. Walaupun terdengar klise, kedua sikap ini akan membuat Anda tetap bersemangat mencari kesempatan yang terbaik untuk Anda.
Continue Reading