Apapun profesi atau pekerjaan yang kita jalani tentu membutuhkan skill tertentu agar dapat bekerja dengan baik. Skill adalah istilah yang mencakup pengetahuan dan kemampuan spesifik yang dimiliki seseorang dalam melakukan sesuatu, dalam basa sederhana disebut juga keterampilan.
Secara umum skill terbagi menjadi dua jenis, yaitu hard skill (keterampilan teknis) dan soft skill (keterampilan non teknis). Lalu mana yang lebih penting hard skill atau soft skill? Pertanyaan ini sering muncul, namun kita tidak bisa hanya memilih salah satunya saja. Sebab, hard skill dan soft skill bukan dua hal yang saling bersaing, melainkan dua sisi yang saling melengkapi. Hard skill menunjukkan apa yang bisa kita lakukan, sementara soft skill bagaimana cara kita melakukannya.
Berikut ini perbedaan, manfaat, contoh, dan kapan hard skill dan soft skill di gunakan:
Perbedaan hard skill dan soft skill
Hard skill adalah keterampilan atau kemampuan teknis yang dapat dipelajari, diukur, dan diajarkan untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu. Hard skill bersifat objektif dan menjadi tolak ukur kualifikasi teknis seseorang di dunia profesional. Keterampilan ini biasanya diperoleh melalui pendidikan formal, pelatihan, atau sertifikasi.
Sedangkan, soft skill adalah keterampilan atau kemampuan non teknis yang dimiliki dan melekat di dalam diri. Kemampuan ini berkaitan dengan perilaku dan karakter seseorang. Berbeda halnya dengan hard skill yang dapat dipelajari secara langsung, soft skill cenderung sulit dipelajari dan diukur karena memang tidak tampak atau terlihat secara langsung. Kemampuan ini berkembang melalui pengalaman hidup, interaksi sosial, pembentukan karakter, dan kesadaran diri yang diperoleh seiring berjalannya waktu.
Manfaat hard skill dan soft skill
Hard skill bermanfaat untuk membantu menyelesaikan pekerjaan atau tugas-tugas teknis dan menjadi salah satu penilaian esensial pada tahap rekrutmen. Selain itu, kemampuan ini juga berperan penting untuk meningkatkan produktivitas kerja, membantu seseorang menjadi ahli di bidangnya, syarat utama dalam banyak profesi, dan meningkatkan peluang karir.
Sementara, soft skill lebih bersifat humanis, berperan penting dalam menjalin hubungan baik dengan orang lain dan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman. Selain itu soft skill juga bermanfaat untuk membantu bekerjasama dengan orang lain, mempermudah membangun hubungan, membantu menyelesaikan masalah, meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan, serta membantu beradaptasi.
Contoh hard skill dan soft skill
Hard skill merupakan kemampuan yang bersifat spesifik tergantung pada pekerjaan tertentu yang dijalani. Contoh hard skill yaitu kemampuan menggunakan aplikasi, pengoperasian mesin tertentu, kemampuan bahasa asing, desain grafis, pemrograman, dan kemampuan-kemampuan lain yang dapat dinilai dengan ukuran tertentu.
Sebaliknya, soft skill merupakan kemampuan interpersonal yang mencakup kemampuan seseorang dalam berinteraksi, bekerjasama, dan membawa diri. Contoh soft skill yaitu kemampuan komunikasi, pengambilan keputusan (decision making), pemecahan masalah (problem solving), berpikir kritis (critical thinking), kerjasama tim (teamwork), manajemen waktu (time management), kemampuan beradaptasi, maupun kemampuan yang bersifat humanis lainnya.
Kapan hard skill dan soft skill dibutuhkan
Hard skill dan soft skill dibutuhkan sepanjang karir dan pekerjaan yang kita jalani. Hard skill dibutuhkan saat eksekusi tugas dan tanggung jawab pekerjaan. Sementara soft skill dibutuhkan dan berperan penting dalam proses kolaborasi, adaptasi, pengambilan keputusan, dan pengelolaan dinamika kantor.
Jadi dapat disimpulkan bahwa hard skill dan soft skill merupakan kemampuan yang sama-sama penting. Hard skill membuat kita menguasai pekerjaan secara teknis, dan menjalankan pekerjaan dengan baik. Sedangkan soft skill membuat kita bertahan dan berkembang di dunia kerja. Inilah alasan mengapa keduanya perlu seimbang agar produktivitas kerja dapat optimal dan karir dapat berkembang dengan baik sehingga keberhasilan di dunia kerja lebih mudah tercapai.