Mana Lebih Berharga, Hard Skill atau Soft Skill?

Apapun profesi atau pekerjaan yang kita jalani tentu membutuhkan skill tertentu agar dapat bekerja dengan baik. Skill adalah istilah yang mencakup pengetahuan dan kemampuan spesifik yang dimiliki seseorang dalam melakukan sesuatu, dalam basa sederhana disebut juga keterampilan.

Secara umum skill terbagi menjadi dua jenis, yaitu hard skill (keterampilan teknis) dan soft skill (keterampilan non teknis). Lalu mana yang lebih penting hard skill atau soft skill? Pertanyaan ini sering muncul, namun kita tidak bisa hanya memilih salah satunya saja. Sebab, hard skill dan soft skill bukan dua hal yang saling bersaing, melainkan dua sisi yang saling melengkapi. Hard skill menunjukkan apa yang bisa kita lakukan, sementara soft skill bagaimana cara kita melakukannya.

Berikut ini perbedaan, manfaat, contoh, dan kapan hard skill dan soft skill di gunakan:

Perbedaan hard skill dan soft skill

Hard skill adalah keterampilan atau kemampuan teknis yang dapat dipelajari, diukur, dan diajarkan untuk menyelesaikan pekerjaan tertentu. Hard skill bersifat objektif dan menjadi tolak ukur kualifikasi teknis seseorang di dunia profesional. Keterampilan ini biasanya diperoleh melalui pendidikan formal, pelatihan, atau sertifikasi.

Sedangkan, soft skill adalah keterampilan atau kemampuan non teknis yang dimiliki dan melekat di dalam diri. Kemampuan ini berkaitan dengan perilaku dan karakter seseorang. Berbeda halnya dengan hard skill yang dapat dipelajari secara langsung, soft skill cenderung sulit dipelajari dan diukur karena memang tidak tampak atau terlihat secara langsung. Kemampuan ini berkembang melalui pengalaman hidup, interaksi sosial, pembentukan karakter, dan kesadaran diri yang diperoleh seiring berjalannya waktu.

Manfaat hard skill dan soft skill

Hard skill bermanfaat untuk membantu menyelesaikan pekerjaan atau tugas-tugas teknis dan menjadi salah satu penilaian esensial pada tahap rekrutmen. Selain itu, kemampuan ini juga berperan penting untuk meningkatkan produktivitas kerja, membantu seseorang menjadi ahli di bidangnya, syarat utama dalam banyak profesi, dan meningkatkan peluang karir.

Sementara, soft skill lebih bersifat humanis, berperan penting dalam menjalin hubungan baik dengan orang lain dan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman. Selain itu soft skill juga bermanfaat untuk membantu bekerjasama dengan orang lain, mempermudah membangun hubungan, membantu menyelesaikan masalah, meningkatkan kemampuan komunikasi dan kepemimpinan, serta membantu beradaptasi.

Contoh hard skill dan soft skill

Hard skill merupakan kemampuan yang bersifat spesifik tergantung pada pekerjaan tertentu yang dijalani. Contoh hard skill yaitu kemampuan menggunakan aplikasi, pengoperasian mesin tertentu, kemampuan bahasa asing, desain grafis, pemrograman, dan kemampuan-kemampuan lain yang dapat dinilai dengan ukuran tertentu.

Sebaliknya, soft skill merupakan kemampuan interpersonal yang mencakup kemampuan seseorang dalam berinteraksi, bekerjasama, dan membawa diri. Contoh soft skill yaitu kemampuan komunikasi, pengambilan keputusan (decision making), pemecahan masalah (problem solving), berpikir kritis (critical thinking), kerjasama tim (teamwork), manajemen waktu (time management), kemampuan beradaptasi, maupun kemampuan yang bersifat humanis lainnya.

Kapan hard skill dan soft skill dibutuhkan

Hard skill dan soft skill dibutuhkan sepanjang karir dan pekerjaan yang kita jalani. Hard skill dibutuhkan saat eksekusi tugas dan tanggung jawab pekerjaan. Sementara soft skill dibutuhkan dan berperan penting dalam proses kolaborasi, adaptasi, pengambilan keputusan, dan pengelolaan dinamika kantor.

Jadi dapat disimpulkan bahwa hard skill dan soft skill merupakan kemampuan yang sama-sama penting. Hard skill membuat kita menguasai pekerjaan secara teknis, dan menjalankan pekerjaan dengan baik. Sedangkan soft skill membuat kita bertahan dan berkembang di dunia kerja. Inilah alasan mengapa keduanya perlu seimbang agar produktivitas kerja dapat optimal dan karir dapat berkembang dengan baik sehingga keberhasilan di dunia kerja lebih mudah tercapai.

Continue Reading

LOWONGAN KERJA!

“Ingin mengembangkan karier di dunia audit bersama tim yang profesional dan berpengalaman? Kami membuka kesempatan bagi Anda untuk bergabung sebagai Supervisor, Senior Staff, dan Junior Staff di kantor akuntan publik. Jika Anda memiliki minat dalam audit eksternal, memiliki ketajaman analitis, semangat untuk terus berkembang, dan ingin berkontribusi dalam proyek-proyek menantang, inilah saatnya untuk mengambil langkah berikutnya dalam karier Anda!”

Kualifikasi untuk Supervisor:

  • Laki-laki/Perempuan
  • Pendidikan: Minimal Sarjana (S1) Akuntansi.
  • Sertifikasi: Lebih diutamakan jika memiliki gelar profesi atau sedang dalam proses memperoleh CPA (Certified Public Accountant).
  • Pengalaman: Minimal lima tahun pengalaman kerja di bidang audit eksternal, dan setidaknya dua tahun di posisi supervisi.

Kompetensi:

  • Mampu menganalisis laporan keuangan dan mengidentifikasi ketidaksesuaian atau potensi risiko.
  • Memahami dan mampu menerapkan standar akuntansi (PSAK, IFRS, GAAP), regulasi terkait audit, dan praktek terbaik dalam industri audit.
  • Dapat menginterpretasikan data keuangan dan menemukan pola atau anomali dalam transaksi.
  • Menguasai proses audit dari perencanaan, pelaksanaan, hingga penyelesaian audit.
  • Mampu mengidentifikasi permasalahan yang kompleks dalam proses audit dan mencari solusi sesuai dengan regulasi dan standar audit.
  • Memahami metodologi audit berbasis risiko dan strategi pengujian substantif serta compliance testing.
  • Mampu menyusun dan menyampaikan laporan audit secara jelas dan profesional. 
  • Mampu berkomunikasi secara efektif dengan klien untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. 
  • Memiliki keterampilan negosiasi yang baik dalam menjelaskan temuan audit kepada klien.
  • Mampu memimpin tim audit, memberikan arahan, dan memfasilitasi pertemuan audit.
  • Dapat bekerja secara independen maupun dalam tim dengan supervisi minimal.
  • Memiliki kemampuan supervisi yang kuat untuk mengelola tim, memprioritaskan pekerjaan, dan mengatasi tantangan yang muncul selama proses audit.
  • Dapat membimbing dan mengembangkan anggota tim.
  • Menjunjung tinggi kode etik profesi auditor dan prinsip independensi. 
  • Memiliki sikap skeptis profesional yang kuat dalam melakukan evaluasi terhadap laporan keuangan.

Kualifikasi untuk Senior Staff:

  • Laki-laki/Perempuan
  • Pendidikan: Minimal Sarjana (S1) Akuntansi
  • Pengalaman: Minimal dua tahun dalam audit eksternal di Kantor Akuntan Publik (KAP)

Kompetensi:

  • Mampu melakukan analisis yang mendalam terhadap laporan keuangan dan risiko audit.
  • Memahami standar akuntansi (PSAK, IFRS, dan GAAP) serta regulasi terkait audit.
  • Memahami proses audit dari perencanaan, pelaksanaan, hingga penyelesaian audit.
  • Mampu mengidentifikasi ketidaksesuaian dan permasalahan dalam proses audit.
  • Memiliki kemampuan komunikasi verbal dan tertulis yang baik, termasuk dalam menyampaikan hasil audit kepada klien.
  • Mampu membimbing dan mengarahkan junior auditor dalam pelaksanaan tugas audit. 
  • Dapat bekerja secara independen maupun dalam tim dengan supervisi minimal.
  • Mampu mendokumentasikan tugas-tugas atau temuan audit dengan jelas dan terstruktur.
  • Memiliki keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah yang baik.
  • Teliti dalam mengolah data dan informasi audit.
  • Menjunjung tinggi kode etik profesi auditor dan prinsip independensi.
  • Memiliki sikap skeptis profesional yang kuat dalam melakukan evaluasi terhadap laporan keuangan.

Kualifikasi untuk Junior Staff:

  • Laki-laki/Perempuan
  • Pendidikan: Minimal Sarjana (S1) Akuntansi
  • Pengalaman: lulusan baru (freshgraduate) atau memiliki satu tahun pengalaman dalam audit eksternal di Kantor Akuntan Publik (KAP)

Kompetensi:

  • Memahami dasar-dasar akuntansi keuangan, auditing dan perpajakan.
  • Mengenali standar akuntansi yang berlaku, seperti PSAK, IFRS, atau GAAP.
  • Memiliki pemahaman tentang proses audit eksternal dan risiko audit.
  • Mampu menganalisis laporan keuangan dan mengidentifikasi ketidaksesuaian dasar.
  • Mampu mendokumentasikan tugas-tugas atau temuan audit dengan jelas dan terstruktur.
  • Memiliki keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah yang baik.
  • Teliti dalam mengolah data dan informasi audit.
  • Mampu mengarahkan diri sendiri dan bekerja dengan tenggat waktu yang ketat. 
  • Mampu bekerja dalam tim dan memiliki komunikasi yang baik dengan kolega dan klien.
  • Menjunjung tinggi kode etik profesi auditor dan prinsip independensi. 
  • Memiliki sikap profesional yang kuat dalam melakukan peran sebagai auditor.

Kesempatan ini terbuka bagi Anda yang ingin berkembang dan berkontribusi di dunia audit eksternal. Jika Anda memenuhi kualifikasi dan siap untuk mengambil tantangan baru, jangan ragu untuk melamar!

Kirimkan CV dan surat lamaran Anda ke rekrutmen@akuntansi.id  dengan mencantumkan posisi yang dilamar dan nama Anda di subjek email (contoh: supervisor_Abidin) sebelum Jumat, 30 Mei 2025.  Kami tunggu kehadiran Anda dalam tim kami!”

Continue Reading

Memilih Karir sulitkah

Seperti juga memilih pasangan hidup, memilih karir membutuhkan pemikiran dan keputusan yang matang. Bukan berarti karir yang Anda pilih saat ini akan menjadi pilihan seumur hidup, tetapi pilihan karir saat ini menjadi bagian dari perjalanan hidup Anda. Bahkan untuk beberapa orang karir menjadi identitas dirinya.

Ada yang mempertahankan pilihan karir pertama sebagai karirnya hingga akhir pensiun, hal ini banyak kita jumpai pada profesi-profesi yang sudah stabil, seperti dokter, auditor, dan pengacara. Tetapi, ada juga yang menempuh beberapa pekerjaan hingga akhirnya menetapkan diri untuk berkarir pada pilihan terakhirnya. Ada juga yang memilih untuk tidak berkarir, sepanjang finansial terpenuhi cukuplah. Ya, pilihan berkarir atau bekerja, kembali ke orang masing-masing. orang yang memandang dirinya bekerja (melakukan pekerjaan tertentu) belum tentu berkarir, tetapi orang yang berkarir sudah pasti bekerja. Itulah mengapa berkarir itu lebih sulit daripada sekedar bekerja, memilih karir apa yang ingin ditekuni tentunya menjadi dasar utama sebelum berkarir di bidang tersebut.

Kembali ke inti persoalan. Sulitkah memilih karir? Menurut saya, memutuskan memilih mau berkarir sebagai apa itu gampang-gampang susah.

Untuk orang-orang yang bakatnya sudah terlihat nyata sejak kecil, seperti Joey Alexander, pianis muda Indonesia yang menjadi nominator Grammy 2016, tentu perjalanan karirnya sudah bisa dipastikan di masa depan. Tetapi, kebanyakan dari kita adalah orang-orang yang minat dan bakatnya belum terlihat nyata. Bagaimana cara kita memutuskan memilih karir, sementara kita sendiri tidak tahu mau jadi apa?

Memilih karir itu seperti mengerjakan Sudoku, perlu pintar-pintar mencocokkan angka mana yang tepat, dengan mempertimbangkan kolom-kolom lain yang belum terisi. Demikian juga karir, ada bagian-bagian dari diri kita yang belum kita gali atau yang belum kita kenali, yang ternyata menjadi kelebihan kita.

Ada proses yang harus dijalani dalam perjalanan hidup kita, mungkin di masa muda kita memilih karir A, setelah menjalani sekian tahun ternyata bukan di situ tempatnya. Kemudian pindah berkarir di profesi B, ternyata baru beberapa bulan sudah tidak nyaman. Pindah ke profesi C. Akhir setelah menjalani beragam profesi A hingga Z profesi, ternyata profesi yang tepat untuknya adalah menjadi wirausahawan. Orang-orang yang melalui proses ini atau proses coba-coba atau trial and error tentunya orang yang berani mengambil resiko, tentunya dengan perhitungan yang matang. Karena ada juga yang menjalani proses coba-coba hanya karena nekad atau mengikuti kata hati. Kemudian tidak berani mencoba lagi karena ternyata umur terus berjalan, sementara waktu habis mencoba dan akhirnya terperangkap di zona nyaman atau lebih parah di zona stuck.

Pada akhirnya, menurut saya, memutuskan untuk berkarir sebagai apa adalah suatu proses yang harus dijalani. Hal tersebut menjadi bagian dari hidup seseorang, mau tidak mau. Bahkan menjadi ibu rumah tangga, adalah sebuah karir. Bukan hanya diri sendiri yang perlu dikenali, tetapi juga lingkungan, karakteristik profesi/pekerjaan yang akan ditekuni tentunya juga menjadi bagian yang harus dipahami siapapun yang ingin berkarir.

Bukan memilih karirnya yang sulit, tetapi proses untuk mengenali diri sendiri itulah yang sulit.

Continue Reading

Apakah Perusahaan membutuhkan Career Coach? Pahami dulu tugas dan fungsinya

Profesi coach merupakan profesi yang relatif baru dan belum banyak ditekuni di Indonesia.  Profesi ini memiliki peluang tumbuh karena pasarnya yang tergolong besar. Terutama dengan semakin berkembangnya teknologi dan perubahan yang semakin cepat, belum lagi tuntutan untuk cepat beradaptasi dengan kondisi lingkungan dan sosial, diprediksi akan semakin banyak orang yang membutuhkan bantuan seorang ahli untuk membantu mereka berkembang. 

Salah satu tipe profesi coach adalah career coach.  Fokus utama career coach adalah membantu seseorang berkembang dalam hal karir, baik itu untuk pengembangan karir, melakukan transisi karir, maupun membantu mencari pekerjaan. Seorang career coach dapat dipekerjakan oleh individual ataupun perusahaan. Berikut ini pembahasan ringkas mengenai tugas dan fungsi career coach.

Tugas dan Fungsi Career Coach

Tugas dan fungsi career coach yang utama adalah membimbing dan menemani klien, terutama dalam perjalanan karir sehingga tujuan karir yang diinginkan klien tercapai. Career coach berperan sebagai salah satu support system untuk membantu klien maju.   Dalam perusahaan, fungsi career coach menjadi lebih luas, tidak semata membantu karyawan berkembang dalam tahapan karir mereka, tetapi juga membantu organisasi tumbuh.  Berikut ini beberapa fungsi career coach dalam perusahaan:

Menemukenali bakat dan potensi atau fungsi recognize

Seorang career coach yang juga konsultan karir, dapat membantu organisasi menemukenali potensi dan bakat tiap karyawan.  Mencermati kemampuan karyawan dan memberikan rekomendasi yang tepat untuk pengembangan SDM organisasi, atau dengan kata lain melakukan pemetaan SDM secara komprehensif.  Namun, belum tentu semua career coach bisa melakukan ini, tergantung dari latar belakang pengalaman ataupun pendidikannya.  Seorang career coach yang memiliki latar belakang SDM dan psikologi akan lebih paham  fungsi ini dibandingkan career coach yang memiliki latar belakang keuangan.

Mencocokkan aspek psikologis dengan jabatan atau fungsi matching

Perusahaan juga dapat mengkonsultasikan  kecocokan antara bakat, minat, dan tingkat kecakapan kompetensi setiap karyawannya apakah sudah sesuai dengan posisi dan jabatan, termasuk kecocokan antara kepribadian dan tipe pekerjaan. Namun demikian, ini sekali lagi tergantung pada kesepakatan kerja yang dibuat antara perusahaan dan career coach. Pekerjaan konsultasi berbeda dengan pekerjaan coaching sehingga perlu deskripsi yang spesifik dalam kontrak yang dibuat.  

Meningkatkan kinerja atau Fungsi Improvement

Seorang career coach seringkali dipekerjakan oleh perusahaan dalam rangka meningkatkan kinerja dan/atau mengembangkan karyawan.  Dalam hal ini, career coach turut membantu perusahaan dalam merancang program pengembangan SDM guna meningkatkan performa kerja.

Upaya pengembangan SDM ini dilakukan dengan beragam metode, terutama metode coaching.  Namun tidak terbatas dengan metode itu saja, bisa juga dilakukan metode pelatihan, mentoring, promosi, dan bentuk-bentuk pengembangan diri lainnya yang cocok dengan budaya perusahaan.

Memfasilitasi perubahan atau fungsi fasilitating

Fungsi ini merupakan fungsi krusial seorang career coach.  Inti utama pekerjaan coaching adalah menemani seseorang menjalani proses perubahan menuju sebuah tujuan di masa depan.  Saat perusahaan sedang melakukan perubahan, baik terhadap sistem kerja atau budaya, maka dipastikan akan terjadi proses perubahan dari yang lama menuju yang baru. 

Proses transisi ini seringkali menimbulkan beragam masalah.  Tidak semua orang mudah diajak berubah, justru sebaliknya yang terjadi. Karenanya dibutuhkan peran seorang coach yang dapat memfasilitasi manajemen perubahan yang dilakukan oleh perusahaan.

Continue Reading

3 Hal yang tak bisa diperoleh dari Seorang Career Coach, Justru Mendorong Klien keluar dari Zona Nyaman

Memiliki seorang career coach penting untuk mendorong Anda maju. Terlebih dalam situasi dunia kerja yang kompleks, career coach akan mengajak Anda untuk mengenali diri sendiri.Sebelum mendapatkan pekerjaan terbaik, mengenali diri sendiri penting agar Anda bisa mengetahui potensi Anda dan memperoleh pekerjaan yang akan memberikan kepuasan kerja terbaik.

Namun, jangan berharap lebih pada seorang career coach. Pasalnya ada beberapa hal yang tidak bisa diberikan oleh career coach, sebagaimana berikut ini:

Career coach tidak akan melakukan tugas Anda

Career coach yang kompeten tidak memberikan berbagai kemudahan kepada Anda, justru mereka memberikan tantangan agar Anda menjadi diri Anda yang terbaik. 

Career coach mendorong Anda memiliki mindset yang tepat, mempersiapkan diri Anda dengan perlengkapan dan sumber daya terbaik sehingga tujuan Anda tercapai, misal, pencarian kerja terlaksana dengan baik dan lancar. Namun, mereka tidak melakukan segala tugas yang memang harus Anda lakukan sendiri dalam mendapatkan pekerjaan, seperti mencari lowongan kerja atau mempersiapkan cover letter dan CV.

Semuanya tergantung pada diri Anda sendiri.  Apa yang Anda dapatkan selama coaching berlangsung diharapkan mampu mendorong Anda menyusun langkah dan berkomitmen menjalankan langkah-langkah tersebut.  Career coach membantu mengarahkan tenaga dan pikiran Anda supaya mampu menerapkan cara terbaik untuk mencapai tujuan.  Mereka tidak akan mengerjakannya untuk Anda.

Career coach tidak bisa mengubah kehidupan Anda dalam semalam

Perubahan besar dalam diri dan karir Anda membutuhkan proses.  Hal tersebut berlangsung terus menerus selama Anda bekerja dan membangun karir. Tidak ada yang instan.

Saat Anda merasa terhambat, tidak fokus, stuck, bingung, maka memiliki seorang career coach akan membantu Anda berjalan kembali ke jalur yang tepat.  Proses Anda menjadi lebih terarah kembali.  Namun, semua itu bergantung pada tujuan yang Anda bangun. Bagaimana Anda menjalaninya adalah tanggung jawab Anda.  Hidup Anda adalah tanggung jawab Anda, bukan tanggung jawab career coach.

Dalam mencari pekerjaan, career coach akan membantu Anda dalam menyusun resume dan persiapan interview. Career coach juga akan mengajak Anda melihat ke dalam diri Anda, mendorong Anda untuk keluar dari zona nyaman.  Pada akhirnya, kepercayaan diri, pemikiran negatif, dan keragu-raguan akan hilang dari diri Anda karena Anda sendiri. Career coach hanya mengajak dan menemani Anda menelusuri jalan yang Anda lalui dengan efektif. Tentunya semua membutuhkan proses, yang bisa jadi membutuhkan waktu tidak sebentar. Selalu ingat, setiap perubahan tidak bisa berlangsung hanya dalam semalam saja.

Career coach tidak akan membuat Anda mendapatkan pekerjaan secara instan

Career coach bukanlah seorang pesulap. Mereka tidak akan menjanjikan bahwa Anda akan diterima bekerja setelah menjalani interview dan mereka juga tidak menjamin Anda langsung ditempatkan kerja.

Bisa dikatakan, hasil yang Anda dapatkan berbanding lurus dengan usaha Anda menjalani proses tersebut. Semakin besar usaha Anda, semakin besar peluang Anda berhasil.

Career coach adalah support system saat Anda ingin mencapai tujuan tertentu dalam karir. Lebih tepatnya, career coach merupakan orang yang terlatih dan memahami bagaimana beragam situasi yang sedang Anda alami dihadapi dan diatasi oleh Anda. Tentunya, chemistry yang tepat antara Anda dan career coach Anda diperlukan untuk membuka peluang kesuksesan Anda menjadi lebih besar.

Career coach membantu dan menemani Anda meraih tujuan Anda. Career juga dilengkapi kemampuan untuk mendengarkan dan menghidupkan kembali semangat Anda. Membantu diri Anda yang sekarang menjadi lebih unggul dari diri Anda yang kemarin.

Selain itu, career coach hadir untuk mendorong diri Anda maju, keluar dari zona nyaman.  Anda menjadi lebih bersemangat melangkah maju dalam meniti karier.  Setiap keputusan atau langkah apapun yang Anda ambil akan mengarahkan Anda sedikit demi sedikit mencapai tujuan.

Semua membutuhkan proses, tidak bisa dilakukan secara instan, terlebih lagi dalam mencari pekerjaan. Menggunakan career coach memang harus mengeluarkan uang, tetapi hal ini bisa menjadi investasi terbaik Anda. Artinya, keuntungan dalam hal perubahan mindset akan terus dirasakan sepanjang hidup Anda. 

Continue Reading

Kapan saat tepat menggunakan Career Coaching?

Saat ini career coach adalah profesi yang cukup umum dan tersedia di dunia kerja.  Bahkan di luar negeri profesi ini merupakan salah satu profesi yang berkembang cepat, contohnya di Inggris.  Namun demikian, untuk menggunakan jasa seorang career coach, klien perlu memahami kebutuhannya dengan tepat. Mengapa? Karena career coach pun memiliki banyak spesialisasi. 

Ada career coach yang fokus membantu klien dengan mencari kerja, transisi karir, atau membangun kompetensi.  Ada juga career coach yang fokus pada personal branding atau menemukan potensi diri.  Nah, mana yang paling Anda butuhkan?  Dengan memahami kebutuhan Anda secara tepat, maka Anda akan mendapatkan bantuan maksimal dari seorang career coach.

Bahkan, jasa career coach tidak hanya untuk orang yang belum bekerja (unemployed) atau sedang berpikir mencari kerja, orang yang sedang bekerja sekalipun juga sangat membutuhkan. Terutama, membantu mereka untuk lebih mengembangkan karir. Nah, berikut ini  beberapa momen kapan seseorang membutuhkan career coach.

Mencari pekerjaan

Mencari pekerjaan seringkali membuat stress. Tingkat ketidakpastian yang tinggi, sekaligus banyaknya proses yang harus dijalani, menjadikan punya seorang career coach sangat membantu. Career coach akan memberikan dukungan dan menemani Anda bagaimana menemukan profesi sesuai kemampuan, pengalaman, dan pasion. Selain itu, career coach yang membantu Anda mencari pekerjaan biasanya juga memiliki keahlian dalam menyusun surat lamaran dan CV sehingga Anda tampil maksimal.

Wawancara

Momen wawancara pada sebagian besar orang menjadi momen yang paling mendebarkan. Namun, dengan kehadiran career coach, Anda bisa melakukan persiapan dan memahami apa yang sebaiknya dilakukan.  Career coach akan membantu Anda mengevaluasi jawaban Anda dan memberikan tips wawancara agar jawaban nantinya lebih meyakinkan.

Negosasi gaji

Terkadang dalam sesi wawancara, Anda akan ditanya tentang gaji. Tentunya, hal ini bukanlah sesuatu yang harus dijawab tergesa-gesa. Dengan, bantuan career coach, Anda akan dibantu tentang cara negosiasi gaji dan menentukan gaji terbaik untuk kesuksesan Anda nantinya.

Meminta kenaikan gaji atau jabatan

Seorang career coach berupaya untuk terus mendukung  Anda melangkah lebih maju. Salah satu nya adalah membantu Anda mengajukan kenaikan gaji atau jabatan. Persiapan negosiasi menjadi kunci penting agar pengajuan bisa diterima. Oleh karena itu, career coach dapat membantu Anda membuat persiapan meminta kenaikan gaji atau jabatan. Namun, dengan catatan bahwa Anda memang memiliki kemampuan dan skill yang mumpuni.

Meningkatkan skill komunikasi yang kurang

Seiring dengan perkembangan profesi Anda semakin besar keahlian komunikasi dibutuhkan. Tidak semua orang memiliki bakat komunikasi yang baik.  Padahal untuk meningkatkan reputasi Anda sebagai profesional, salah satunya ditunjang dari kemampuan komunikasi yang baik. Nah, career coach membantu Anda untuk mengkoordinasi pengetahuan dan kemampuan Anda dalam komunikasi. Dalam hal ini, carilah career coach yang memiliki pengalaman dan kapabilitas dalam komunikasi. Sehingga nantinya, Anda akan dilatih untuk siap dalam  berbagai suasana percakapan. Dengan begitu, kemampuan komunikasi Anda semakin terasah.

Mengatasi masalah

Dalam perjalanan karir, masalah pasti ada. Namun seberapa besar masalah yang terjadi tidak dapat dipastikan. Terkadang, dalam karier Anda, masalah personal, rekan kerja hingga pekerjaan itu sendiri sering terjadi.  Seorang career coach membantu Anda untuk mengembangkan diri dalam hal mengatasi masalah dan mengambil keputusan. Career coach  yang baik akan membuka sudut pandang Anda sehingga dapat melihat masalah dalam beragam perspektif dan Anda akan menemukan solusi Anda sendiri untuk diterapkan.  Semakin tinggi posisi karir Anda, maka memiliki seorang career coach akan sangat membantu Anda.

Membuat keputusan berhenti bekerja

Keputusan untuk berhenti bekerja bukanlah sesuatu yang mudah. Keputusan yang terburu-buru akan membuat Anda malah menyesal nantinya. Oleh karena itu, keputusan untuk berhenti bekerja harus dilakukan pada waktu yang tepat dan memang sudah dipertimbangkan dengan matang. Career coach akan menuntun Anda bagaimana melakukan hal tersebut.

 Demikian momen-momen kita membutuhkan bantuan seorang career coach.  Ada baiknya, dalam perjalanan karir Anda menuju posisi karir yang lebih tinggi, Anda memiliki seorang career coach yang menemani Anda.  Memiliki teman perjalanan akan lebih menyenangkan dan juga sangat dibutuhkan di saat-saat Anda mengalami hal-hal yang tidak bisa diatasi sendiri.

Continue Reading

Pentingkah Memiliki Career Coach?

Tergantung.

Jika Anda orang yang sudah sangat mengenali diri sendiri, sudah yakin dengan apa yang Anda pilih dan jalani dalam berkarir, Anda mungkin tidak perlu career coach. Demikian juga, jika Anda sudah tahu atau sudah yakin apa yang harus dilakukan jika suatu saat Anda menghadapi mengalami masalah karir yang berat, menghadapi dilema, keraguan diri, ataupun segala hal yang tidak Anda sangka-sangka terjadi, mungkin Anda juga tidak butuh career coach.

Anda butuh career coach jika hal-hal di atas membuat Anda gamang, membuat Anda tidak yakin apa yang harus dilakukan, membuat Anda butuh kepala lain yang bisa membantu menguraikan benang kusut di kepala Anda. Ya… dalam hidup kita yang sebentar ini, benang kusut datang dan pergi, ada yang kita simpan di pojokan pikiran, ada yang kita bawa-bawa terus sambil kita mengerjakan hal lain, –yang mungkin membuatnya menjadi kusut–. Nah jika Anda ingin menguraikan benang kusut tersebut, benang kusut karir Anda cobalah bertemu career coach.

Seorang career coach tak lebih dan tak lain hanyalah orang yang mengajak Anda untuk lebih mengenali diri sendiri, untuk membimbing Anda menemukan jawaban Anda sendiri dan membuat Anda semakin ahli dengan hidup Anda.

Anda adalah orang yang ahli dengan hidup Anda. Andalah expert hidup Anda. Coach yang baik adalah orang yang open-minded, non-jugdmental, dan tahu benar bagaimana cara membuat Anda menemukan jawaban Anda melalui powerful questions.

Jadi Anda butuh career coach? Atau malah Anda mungkin berbakat jadi career coach…

Silahkan berefleksi 🙂

Continue Reading